Kamis, 21 Februari 2019

=Daur-002 Iqra` Fisabilillah


 DAUR-002     (Daur II)

Iqra` Fisabilillah

 •   •  

“Mujahidin Fisabilillah, Pakde?”, Junit agak waswas.

“Ya. Para pejuang kehidupan di jalan Allah”

“Semua jalan itu ya jalan Allah, Pakde”

“Kan ada jalan setan. Jalan Iblis. Iqra` harus lengkap”

“Jalannya tetap milik Allah, cuma arah dan tujuannya, kalau tidak menuju Allah, disebut jalan Setan atau Iblis”

“Para Mujahidin itu sangat sadar dan tekun berjalan menuju Allah. Mereka menyeberang laut, bekerja di Negeri yang sangat jauh, karena di Negerinya sendiri bukan hanya susah mencari pekerjaan, tapi andai sudah bekerja pun banyak gangguan, ancaman, dan penggerogotan.
“Beriman, berhijrah, dan berjihad, ya Pakde” [1] (Al-Baqarah: 218).

“Mereka berjuang demi penghidupan keluarga. Kerja keras. Sangat keras. Tapi juga sangat tekun dan susah payah mempertahankan ibadahnya kepada Allah. Bahkan menabung biaya untuk mendirikan Masjid di Negara yang tidak mengenal Masjid”

“Siapa mereka itu, Pakde?”

“Anak-anak muda seumur kalian. Mereka belajar tidak terutama kepada teks, kepada kata, kalimat atau buku-buku. Kelas mereka adalah bekerja, menjadi buruh di pabrik-pabrik, kantor-kantor, dan tempat-tempat lain. Mereka pekerja kelas satu di Negeri itu. Mereka sangat disukai oleh Majikan-majikan mereka, karena terampil, prigel dan mrantasi: mampu dan ikhlas menyelesaikan pekerjaan yang meskipun bukan tugas mereka. Mereka sangat disayang dan dibela meskipun fisabilillah….”
“Meskipun fisabilillah maksudnya bagaimana, Pakde?”

“Tidak punya visa atau izin tinggal, karena suatu sebab, sehingga disebut fisabilillah”.

1]
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


https://www.caknun.com/2017/iqra-fisabilillah/

=Daur-001 Fa Ashlihu Presiden



DAUR-001    (Daur II)

Fa Ashlihu Presiden

 •   •  Dibaca normal 1 menit


Junit sedang melamun-lamunkan Iqra`, tiba-tiba Brakodin bercerita bahwa Mbah Markesot akhir bulan kemarin dihubungi oleh salah seorang koordinator Menteri untuk bertemu bertiga dengan Presiden.

“Waduh”, kata Junit spontan.

“Kok waduh…. Kenapa?”, Brakodin bertanya.

“Ya jangan sampai lah, Pakde”, jawab Junit.

“Kenapa? Siapa tahu diajak fa ashlihu[1] (Al-Hujurat: 9).
“Saya tidak tega nanti fitnahnya luar biasa banyak. Indonesia sedang gaduh dengan permusuhan. Sedang riuh rendah oleh kebencian. Dan Pemerintah merupakan salah satu di antara yang membenci dan bermusuhan. Kalau Mbah Sot ketemu Presiden, nanti memunculkan kesimpulan umum bahwa Mbah Sot mendukung salah satu pihak. Tidak terutama akan di-bully habis di media sosial sampai di warung-warung. Tapi itu menyakiti hati pihak lain yang berseberangan dengan Pemerintah. Juga jangan lupa, Pakde, saya bisa bertengkar dengan Jitul, Toling, atau Seger. Perpecahan akan tambah kepingan-kepingannya…”

“Diajak ketemu di Gedung Agung, atau mungkin di tempat lain di mana Presiden berkunjung”, Brakodin menambahkan.

“Lebih celaka lagi”, sahut Junit.

“Lha di mana supaya aman?”

“Di tempat netral pun belum tentu manfaat. Bahkan seandainya Presiden berkunjung ke Patangpuluhan pun harus seribu kali dipertimbangkan untuk diterima atau tidak. Pakde Brakodin jangan guyon ah…. Gimana sebenarnya ini?”

“Mbah Sot-mu sudah dijadwal oleh Tuhan hari itu dia harus berkunjung ke markas Mujahidin Fisabilillah”, jawab Brakodin.

[1]
وَإِن طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِن بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِن فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَابِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

https://www.caknun.com/2017/fa-ashlihu-presiden/

Senin, 18 Februari 2019

-Reformasi NKRI Bulan Desember 2018

Menanggung


Dari 4030 titik peristiwa massal cinta Indonesia bersama Kiai Kanjeng dan puluhan ribu yang saya keliling sendiri–belum tentu 2 atau 3 diberitakan.

Saya berdoa kepada Tuhan:
“Ya Allah lindungilah mimbar bebas kerakyatan kami. Ya Allah mohon public freedom communication bersama 10-30 ribu sesama rakyat kami hampir tiap malam, Engkau hindarkan dari pemberitaan media massa. Dengan alasan yang kalau aku mengungkapkannya, mereka tak kan kuat mendengar dan menanggungnya”.

 

 Tuhan Indonesiaku