![]() |
yukSinaubareng |
Tradisi Bohong
• • Dibaca normal 1 menit TetesOrang yang terlambat menghentikan tradisi bohong kepada diri sendiri, akan harus mempertahakankannya dengan bohong kepada yang lain.
https://www.caknun.com/2018/tradisi-bohong/
============================================================
Allahu Akbar
• • Dibaca normal 1 menit TetesPara ilmuwan yang mendalami ilmu, berapa kali sehari ia bertemu dengan kekaguman-kekaguman yang semestinya membuat ia berucap Allahu Akbar. Para seniman tak usah menghayati puisi tingkat tinggi, para pekerja sosial tak usah meneliti keruwetan dan keajaiban proses-proses masyarakat, para wartawan tak usah mendaki gunung dan mengeruk perut bumi, para negarawan tak usah menatapi hamparan-hamparan amat luas dari keindahan zaman dan sejarah kemanusiaan, untuk tiba pada kelayakan ucapan Allahu Akbar. Mereka cukup membayangkan kerja usus di perutnya. Allahu Akbar akan terloncat dari mulutnya setiap kali.
https://www.caknun.com/2018/allahu-akbar/
===========================================================
Kaca Cermin
• • Dibaca normal 1 menit TetesDi dalam proses pengembangan keimanan di padang-padang perburuan rohani hidup yang penuh bahaya, ternyatalah bahwa kecurigaan maupun ketidakpercayaan orang lain terhadap diri kita adalah kaca cermin yang baik untuk memperbaiki kekurangan, menyadari kelemahan, serta menarik kembali tangan dari arah kesesatan.
https://www.caknun.com/2018/kaca-cermin/
===========================================================
Syarat Menyatu dengan Qur`an
• • Dibaca normal 1 menit TetesSegala sesuatu ada syaratnya. Kita tidak bisa hanya mentamengi diri dengan mukjizat Al-Qur`an apabila secara keseluruhan Al-Qur`an tak kita laksanakan nilainya. Tanpa mematuhi Al-Qur`an berarti Al-Qur`an enggan menyatu dengan kita, atau kita tak cukup bersih untuk menyatu dengan Al-Qur`an, dan dengan demikian kita juga tak bisa menghayati kesaktian ijaz-nya. Kesaktian magis puncak ayat Al-Qur`an itu ibarat genteng yang melindungi seisi rumah kita dari hujan. Artinya, kita tahu bahwa genteng tak bisa kita taruh di udara. Mesti kita bangun fundamen, dinding, kayu penyangga genteng itu, serta tiang pusat.
https://www.caknun.com/2018/syarat-menyatu-dengan-quran/
===========================================================
Padi Sejarah
• • Dibaca normal 1 menit TetesPetani-petani menanam padi untuk dimakan oleh sejarah: itu kerja duniawiyah sekaligus ukhrawiyah, sebab setiap perilaku muslim di muka bumi inilah yang justru menentukan malang mujur dirinya di akhirat kelak.
https://www.caknun.com/2018/padi-sejarah/
==========================================================
Kutub Keasingan
• • Dibaca normal 1 menit TetesKabarnya masjid dan tempat-tempat pengajian makin ramai–semacam kerinduan kembali kepada sesuatu yang mendalam, atau terkadang merupakan gejala eskapisme budaya–tetapi jangan lupakan juga bahwa kutub yang lain makin membesar juga. Yakni kutub keasingan terhadap tantangan Islam itu sendiri. Keasingan itu sering menumbuhkan sikap skeptis, kemudian mendorong orang untuk makin tenggelam pada sesuatu yang lain yang justru hendak dilawan oleh Islam.
https://www.caknun.com/2018/kutub-keasingan/
==========================================================
Mengada dan Bertumbuh
• • Dibaca normal 1 menit TetesSetiap makhluk memerlukan ruang dan waktu untuk meng-ada dan bertumbuh. Juga kebenaran. Maka silaturahmi yang baik antar makhluk, hubungan budaya, peta ideologi, sistem politik, institusi dari urusan mancing ikan sampai Mazhab dalam Agama maupun ideologi Negara–yang baik–adalah yang menyiapkan diri menjadi ruang dan waktu bagi tumbuh suburnya kebenaran dalam kehidupan manusia.
https://www.caknun.com/2018/mengada-dan-bertumbuh/
=========================================================
Terkikis
• • Dibaca normal 1 menit TetesAda bagian dari rahmat Allah yang terkikis, luntur, mengering, dan makin tak dimiliki oleh Ummat manusia, bangsa Indonesia dan Kaum Muslimin. Kebenaran sukar tumbuh dan hidup pada budaya dan peradaban mereka. Apalagi kebaikan, kebijaksanaan dan kemuliaan. Terlebih lagi rahmatan lil’alamin.
https://www.caknun.com/2018/terkikis/
=========================================================
3-C
• • Dibaca normal 1 menit TetesPenyakit sangat membahayakan kehidupan yang sedang menimpa sebagian dari Kaum Muslimin adalah yang dalam Bahasa Jawa disebut “ciut, cethèk, cekak“. Yakni sempit, dangkal dan pendek pandangan hidupnya. Menurut sunnatullah, makhluk tidak bisa bertahan lama hidup dalam kesempitan, kedangkalan dan pendek jarak pandang.
https://www.caknun.com/2018/3-c/
========================================================
Tak Peduli Kepada Manusia
• • Dibaca normal 1 menit TetesDi antara manusia-manusia selama beratus-ratus bangunan sejarah peradaban, ummat manusia di Zaman Now inilah yang paling tidak memperlihatkan tanda-tanda bahwa mereka serius mengurusi manusia. Kemajuan harta bendanya canggih, pembangunan peralatan fisiknya dahsyat, tetapi sukar menemukan gejala bahwa mereka peduli kepada manusia.
https://www.caknun.com/2018/tak-peduli-kepada-manusia/
========================================================
Menggagas Kehancuran
• • Dibaca normal 1 menit TetesManusia zaman now tidak peduli, atau memang tidak mengerti dan tidak merasa punya keperluan untuk mengerti manusia dalam konteks infinitas ruang dan keabadian waktunya. Yang mereka maksud dengan manusia dan peradaban hanyalah animasi kartun instan dan sesaat. Mereka berderap beramai-ramai penuh riang gembira menuju jurang. Mereka sangat sibuk menggagas kehancuran. Kemudian muncul generasi berikutnya belajar, bersekolah dan merancang kehancuran berikutnya.
https://www.caknun.com/2018/menggagas-kehancuran/
=======================================================
Halusinasi dan Khayalan
• • Dibaca normal 1 menit TetesManusia-manusia yang paling terpelajar, bekerjasama dengan yang paling punya uang, sangat sibuk berjuang agar bisa memanjat naik panggung yang disorot oleh spotlight sejarah, kemudian berebut mikrofon. Per lima tahun. Begitu menapakkan kakinya di panggung, mereka bergerak-gerak mengarang koreografi artifisial, membusungkan dada, membengkakkan kepala, dan merasa sedang menikmati sukses. Kemudian berebut mikrofon untuk meneriakkan halusinasi dan memekikkan khayalan-khayalan.
https://www.caknun.com/2018/halusinasi-dan-khayalan/
========================================================
Titah
• • Dibaca normal 1 menit TetesSekarang kita menjadi bagian dari peradaban Zaman Now yang tidak mengerti perbedaan substansial antara Basyar, ‘Alamin, Nas, Insan, Abdullah atau Ibadullah, serta dengan Titah atau Khalifah. Bahkan sebelum berita para Nabi tiba, manusia di Pulau Jawa sudah merumuskan dirinya adalah Titah, yang di pundaknya terpanggul Khilafah. Tetapi semakin Zaman Now semakin tidak ada manajemen ilmu tentang itu. Sehingga tidak berlangsung pula ketepatan kemanusiaan dalam membangun Negara, Bangsa, kebudayaan dan peradaban.
https://www.caknun.com/2018/titah/
=======================================================
Pseudo Hak Asasi Manusia
• • Dibaca normal 1 menit TetesLandasan nilai dan substansi berpikir seluruh peradaban modern ummat manusia di muka bumi, yang dirintis pada abad 14 dan memuncak pada abad 20-21 saat ini, ada dua. Pertama, manusia yang menciptakan alam semesta dan dirinya sendiri. Kedua, maka desain manajemen hidup dan pembangunan peradabannya adalah manusia merasa memiliki Hak Asasi, sehingga atas kemauan dan ukuran-ukuran manusia pula segala sesuatu diselenggarakan. Nanti satu persatu manusia akan tiba pada hari di mana mereka terpojok untuk mengakui bahwa yang ada padanya hanyalah Pseudo Hak Asasi Manusia.
https://www.caknun.com/2018/pseudo-hak-asasi-manusia/
=====================================================
Manusia
• • Dibaca normal 1 menit TetesManusia adalah lukisan yang tidak patuh kepada pelukisnya. Manusia adalah lukisan yang mengambil keputusan sendiri apa warna yang disukainya, garis, guratan, cuatan dan tekstur yang dinafsuinya. Manusia adalah burung yang nekat menggonggong karena dengan menggonggong lah ia memperoleh keuntungan pribadi. Manusia adalah anjing yang pasang baliho dan poster-poster di mana ia mengumumkan kicauan dan kokoknya, padahal ia bukan burung maupun ayam.
https://www.caknun.com/2018/manusia/
======================================================
Pendekar
• • Dibaca normal 1 menit TetesSang pemenang bukanlah pendekar yang menaklukan pendekar lainnya, melainkan pendekar yang mampu mempendekari dirinya, kepribadiannya, wataknya, akhlak dan seluruh kehidupannya.
https://www.caknun.com/2018/pendekar/
=====================================================
Hidup adalah Perjalanan
• • Dibaca normal 1 menit TetesKita hanya mengenal nilai secara monoton: bahwa kemenangan adalah memasukkan gol dan kekalahan adalah kemasukan gol. Bahwa kebahagiaan adalah memasukan gol dan kepedihan adalah kemasukan gol. Padahal hidup adalah kata kerja. Hidup adalah perjalanan. Gerak. Kalau suatu hari pencuri menggasak perabot-perabot rumah tangga, itu adalah kemenangan, karena sesudahnya kita pasti memperoleh ilmu tentang keterbatasan dan teknologi kehati-hatian sosial. Lebih mahal mana ilmu dibanding perabot?
https://www.caknun.com/2018/hidup-adalah-perjalanan/
=====================================================
Gelisah
• • Dibaca normal 1 menit TetesSaksikanlah kegelisahan setiap atlet pada detik-detik menjelang pertandingan. Macam-macam gerak-geriknya serta cara-cara yang dipilihnya untuk mencapai konsentrasi dan keutuhan dirinya. Dan kita jarang mengalami kegelisahan yang sama sebelum sembahyang karena mungkin bagi kesadaran batin kita Tuhan tidak sungguh-sungguh ada di hadapan kita.
https://www.caknun.com/2018/gelisah-2/
========================================================
Puncak Mabuk
• • Dibaca normal 1 menit TetesUmat manusia senantiasa mendayagunakan seluruh yang dianugerahkan oleh Allah kepadanya. Kesehatan tubuh, kecerdasan, ketajaman batin, teknologisasi, disiplin dan kecerdasan, ketajaman batin, daya juang dan semangat persaingan–untuk mencapai yang terbaik. Puncak-puncak mereka taklukkan di segala bidang. Dan prestasi-prestasi olahraga adalah salah satu mahkota tertinggi peradaban manusia, di samping kreativitas ilmu pengetahuan, kesenian dan akhlak sosial. Meskipun harus dicatat juga prestasi-prestasi dahsyat manusia di bidang keserakahan, kekejaman, lupa diri dan mabuk.
https://www.caknun.com/2018/puncak-mabuk/
========================================================
Belum Tentu
• • Dibaca normal 1 menit TetesPemimpin belum tentu pemimpin, ia bisa seorang pemberang yang culas. Tokoh belum tentu tokoh, bisa juga ia seorang eksploitator yang penuh nafsu. Panutan belum tentu panutan, ia juga bisa menjadi seorang penunggang dan kita kudanya. Cendekiawan belum tentu cendekiawan, bisa juga ia manipulator logika dan kebenaran ilmu. Ulama belum tentu ulama, bisa juga ia tidak berbeda dengan blantik atau preman. Orang hidup mesti hati-hati, penuh kewaspadaan pikiran dan kerendahan hati, supaya tidak terlalu sengsara dan luka parah.
https://www.caknun.com/2018/belum-tentu/
=======================================================
Islam Belum Tentu
• • Dibaca normal 1 menit TetesDi dalam budaya Islam, orang yang menguasai ilmu agama Islam belum tentu seorang muslim. Orang yang pintar mengaji belum tentu berkelakuan baik. Orang yang sedikit-sedikit ber-istighatsah dan bershalawat belum tentu gerakannya itu ada kaitan murni dan substansial dengan makna istighatsah dan shalawat. Orang pakai peci, surban, jilbab dan tasbih, belum tentu orang yang saleh.
https://www.caknun.com/2018/islam-belum-tentu/
======================================================
Islam Data
• • Dibaca normal 1 menit TetesAda yang namanya Islam data. Khazanah ilmu dan wacana pengetahuan Islam dimasukkan ke dalam hard-disk di otak seseorang sebagai directories of data. Seluruh data Islam di dalam diri seseorang bisa tersimpan begitu saja, dan tidak pasti loading pada operasional hati, batin, psikologi, kepribadian dan perilaku sosialnya. Singkat kata, orang yang sudah membaca syahadat belum tentu sudah ‘bersyahadat’. Orang yang sudah mengucapkan sesuatu, tidak dijamin sudah melakukannya.
https://www.caknun.com/2018/islam-data/
======================================================
Tidak Rela
• • Dibaca normal 1 menit TetesPelukis membikin lukisan, ia mencintai lukisan itu dan bertanggung jawab atasnya. Kalau ada orang merusak lukisan itu, pelukisnyalah pihak pertama yang tidak rela. Tuhan menciptakanmu, Ia mencintaimu dan bertanggung jawab atasmu. Kalau ada orang merusakmu, sang penciptamu itulah pihak pertama yang tidak rela.
https://www.caknun.com/2018/tidak-rela/
=====================================================
Pemimpin Spiritual
• • Dibaca normal 1 menit TetesAda manusia atau pemimpin yang bisa dijamin kejujuran pribadinya, bisa diandalkan kesalihannya, kekhusyukan hidupnya, intensitas ibadahnya. Tapi ia tidak bisa berbuat banyak untuk pertarungan-pertarungan sejarah yang luas. Ia seperti seorang eskapis yang duduk bersila dan berdzikir di gua persembunyiannya. Sebab ia tidak memiliki ketercerahan intelektual untuk memahami dunia yang dihadapinya, sehingga tidak pula bisa menerapkan kehebatan mentalitasnya, karena tidak ada agenda untuk menyalurkannya. Hasilnya, ia mandul terhadap perjuangan moral sosial.
https://www.caknun.com/2018/pemimpin-spiritual/
=====================================================
Pemimpin Mental
• • Dibaca normal 1 menit TetesAda manusia atau pemimpin yang mentalnya bagus, teguh pendirian dan memiliki keberanian kejuangan. Kalau bicara tidak bohong, kalau janji ditepati, kalau dipercaya tidak berkhianat. Tapi ia juga tidak banyak mampu berbuat apa-apa untuk menyembuhkan keadaan, ternyata sebab pengetahuannya terlalu elementer untuk meladeni kompleksitas keadaan. Langkahnya keliru-keliru, sering naif, dan pada tingkat ketegasan tertentu ia malah tampak sebagai orang brutal, radikal, fundamentalis, ekstrimis–justru karena terbiasa berpikir linier dan hitam putih dalam memahami sesuatu. Keadaan ini tidak ditolong pula oleh potensialitas keterbimbingan spiritual di dalam dirinya. Maka ia juga tidak bisa banyak menolong perbaikan moral bangsa.
https://www.caknun.com/2018/pemimpin-mental/
=====================================================
Pemimpin Intelektual
• • Dibaca normal 1 menit TetesAda manusia atau pemimpin yang memperoleh pencerahan intelektual, pengetahuan dan ilmunya mumpuni, gelarnya sampai berderet-deret, aksesnya besar dan luas sebagai pelaku birokrasi sejarah kehidupan modern, maupun sekurang-kurangnya sebagai narasumber pengamatan. Akan tetapi efektivitas fungsinya bisa mandul, ternyata karena ketercerahan intelektualnya tidak didukung oleh kecerahan spiritual dan mental. Pintar tapi mentalnya bobrok dan spiritualitasnya tak bercakrawala. Sehingga ilmunya berdiri sendiri. Perilakunya, habitatnya, keputusan-keputusan yang dibuatnya tidak mencerminkan ketinggian dan kecanggihan ilmunya. Khalayak ramai akhirnya berkesimpulan bahwa semakin banyak orang pintar bukan hanya tidak kondusif untuk perbaikan negara dan bangsa, tetapi ada gejala malah memperburuknya. Dengan kata lain: produknya bukan moralitas kehidupan berbangsa yang baik.
https://www.caknun.com/2018/pemimpin-intelektual/
====================================================
Patuh
• • Dibaca normal 1 menit TetesAllah mengatakan bahwa Ia patuh kepada hamba-Nya yang mematuhi-Nya. Kalau kita berpendapat Ia pelit, maka Ia menahan rezeki-Nya atas kita. Kalau kita yakin dan gembira bahwa Ia Maha Pemurah, maka Ia limpahkan rezeki-Nya, meskipun tidak harus berwujud hal-hal yang menurut konsep manusia disebut rezeki.
https://www.caknun.com/2018/patuh/
====================================================
Manusia Bayi
• • Dibaca normal 1 menit TetesLebih efektif berjuang mempelajari keinginan Tuhan atas seluruh inisiatif-Nya menyelenggarakan hidup kita ini, daripada bunuh diri jangka panjang melalui keinginan-keinginan diri subjektif dan egoistik, yang pasti akhirnya akan membuat kita terpuruk. Kecuali kita adalah bayi, yang hidup seratus persen dengan keinginan dan keinginan dan keinginan, tanpa kontrol apapun lainnya.
https://www.caknun.com/2018/manusia-bayi/
===================================================
Manusia Dewasa
• • Dibaca normal 1 menit TetesManusia yang dewasa adalah manusia dengan hati yang selesai. Hati yang selesai adalah hati yang atas bantuan akal sanggup menaklukan keinginan. Keinginan yang paling superfisial atau dangkal itu selera, keinginan yang mendalam, berakar dan berenergi besar itu nafsu. Setiap gerak batin meminta ongkos energi, sehingga hidup yang tidak beres adalah manajemen untuk meminimalisir penggunaan energi untuk keinginan. Anda tidak perlu mempunyai keinginan mendalam untuk mencari uang dan harta benda, karena kalau Anda bekerja keras dengan langkah yang benar, maka Anda pasti mendapatkannya meskipun tidak menginginkannya. Jadi energimu dipakai untuk bekerja saja.
https://www.caknun.com/2018/manusia-dewasa/
====================================================
Hati Duduk Tahiyat
• • Dibaca normal 1 menit TetesPosisi hati yang terbaik dan menghasilkan ketenteraman yang paling maksimal adalah hati yang duduk tahiyat. Kalau hati tidur, kehidupan mati. Kalau hati berdiri, apalagi berlari dan jelalatan ke sana kemari, hidup bukan hanya penuh kegelisahan, melainkan dikepung oleh kecemasan. Para pesilat, di saat-saat istirahat di tengah latihan atau pertandingan, biasanya mengambil posisi duduk tahiyat. Bersila juga bagus, tapi kalau sewaktu-waktu ada serbuan, posisi bersila kalah cepat antisipasinya dibanding posisi duduk tahiyat. Duduk tahiyat adalah duduk stand by. Atau eling lan waspada, kata orang Jawa. Duduk tahiyat adalah duduk sehat untuk struktur badan dan berkemampuan menenteramkan hati. Ketenteraman bukan kelembekan dan pasivisme, melainkan dialektika yang lentur dan dinamis dengan kemungkinan ‘tidur’ maupun ‘perang’.
https://www.caknun.com/2018/hati-duduk-tahiyat/
====================================================
Hati Frustasi
• • Dibaca normal 1 menit TetesHati yang frustasi adalah hati yang ditidurkan oleh pil atau budaya pelarian. Hati yang cemas adalah hati yang berlari-lari ke sana kemari. Ketenteraman adalah mendudukkan hati pada posisi yang paling muthmainnah, membimbingnya untuk mengambil posisi yang paling strategis untuk tidak mati tapi juga tidak berlari ke sana kemari. Itulah hati yang selesai. Segala jenis ketidaktenteraman hidup bersumber dari bahaya dan ancaman yang dikandung oleh keinginan yang dibiarkan memperoleh hegemoni dalam batin manusia, sehingga hatinya berlarian ke sana kemari.
https://www.caknun.com/2018/hati-frustasi/
====================================================
Janji Sunyi
• • Dibaca normal 1 menit TetesOrang bersedih karena sesuatu hal, dan kadar kesedihannya itu sebanding dengan kadar keinginannya atas sesuatu itu, yang kemudian tidak tercapai. Orang kecewa, orang geram, orang frustasi dan stres, orang putus asa, orang naik pitam dan mengamuk, salah satu sumbernya adalah janji-janji sunyi di balik keinginan.
https://www.caknun.com/2018/janji-sunyi/
=====================================================
Sumber Cemburu
• • Dibaca normal 1 menit TetesEngkau iri, cemburu dan dengki, sumbernya hanya satu: karena engkau tidak memiliki sesuatu yang engkau cemburui. Bahkan akhirnya engkau anti mobil hanya karena engkau tak bisa punya mobil. Fobimu terhadap hal-hal yang tidak engkau punyai engkau perkuat dengan teori-teori perjuangan, firman, wacana-wacana ideologi dan filsafat.
https://www.caknun.com/2018/sumber-cemburu/
=====================================================
Tak Usah Ada Istilah Tuhan
• • Dibaca normal 1 menit TetesKalau memang benar-benar tidak mau bekerja sama dengan Tuhan, kenapa tidak kita resmikan saja penghapusan sila pertama Pancasila. Saya tidak keberatan negara ini tak bertuhan, sebab memang tak ada kewajiban bagi negara untuk bertuhan. Yang ditagih oleh Tuhan kelak bukan negara, tapi manusia. Monggo tidak bertuhan, asalkan menjalani hidup dengan segala kesungguhan. Kalau teriak perikemanusiaan, ya jijik kepada perikehewanan. Kalau pamer hati nurani, ya jangan pakai cinta palsu. Kalau pidato membela rakyat, ya membela rakyat. Tuhan juga tidak usah diperdebatkan: silakan menyebutnya Pangeran, Sang Hyang Wening, Gusti, Allah atau apa saja. Juga silakan untuk tidak usah ada istilah-istilah itu, biarkan menjadi rahasia pribadi kita masing-masing. Yang kita perlukan hanya sederhana: kita, manusia, sungguh-sungguh menjalani kebersamaan hidup. Serius terhadap keadilan, kebenaran, kasih sayang, toleransi.
https://www.caknun.com/2018/tak-usah-ada-istilah-tuhan/
=====================================================
Doa Minta Manggis
• • Dibaca normal 1 menit TetesSetengah mati engkau berdoa agar Tuhan memberi buah manggis, dan engkau jengkel kepada-Nya karena lama tak juga dikasih. Padalah Ia sudah menyiapkan durian, nanas, mangga dan macam-macam lainnya untukmu. Yang ditunggu Tuhan hanya bunyi doamu yang tak usah memfetakompli-Nya: Tuhan, kasihlah saya apa saja yang baik bagiku menurut-Mu.
https://www.caknun.com/2018/doa-minta-manggis/
====================================================
Hati yang Tak Selesai
• • Dibaca normal 1 menit TetesHatimu tak pernah selesai manakala engkau menyediakan dirimu untuk disiksa oleh berbagai suku cadang ketidaktenteraman hidup. Salah satu sebabnya ialah karena engkau menyangka ada hubungan mutlak antara harta benda, jabatan, sukses, dan lain sebagainya dengan keinginan-keinginan. Padahal tidak mesti ada. Bahkan kalau engkau menjadi menteri atau presiden atau jabatan apapun karena memang sudah lama engkau menginginkannya dan mengupayakannya dengan segala macam ongkos ekonomi, kultural dan pengorbanan harga diri, apa enaknya, karena memang itu yang engkau cita-citakan dengan penuh dendam rindu.
https://www.caknun.com/2018/hati-yang-tak-selesai/
====================================================
Hati yang Selesai
• • Dibaca normal 1 menit TetesHati yang selesai adalah hati yang tidak heboh oleh macam-macam obsesi dan nafsu, tidak sibuk ribut dengan skenario-skenario individual subjektif. Hati yang selesai adalah hati orang tua menjelang maut. Engkau tak perlu menunggu tua untuk menerapkan hati tua. Hati–yang atas informasi dari akal sehat–mengerti mana yang sejati mana yang palsu, mana yang abadi, mana yang sementara, mana yang wajar dikejar-kejar, mana yang kita tenang-tenang saja.
https://www.caknun.com/2018/hati-yang-selesai/
===================================================
Nasib Tuhan
• • Dibaca normal 1 menit TetesYang kita alami sekarang ini: Tuhan diakui, tapi tidak sungguh-sungguh. Allah disebut-sebut tapi formal dan iseng-iseng saja. Nama agama dijunjung, tapi ajarannya hanya dilaksanakan sebatas kondusif terhadap kepentingan pribadi atau kelompok. Agama kita suruh menyesuaikan diri terhadap keperluan kita. Nabi kita rekrut untuk ngikut dan membenarkan langkah-langkah kita. Tuhan kita angkat sebagai karyawan yang bekerja untuk karier pribadi dan sukses ekonomi dan politik kita.
https://www.caknun.com/2018/nasib-tuhan/
===================================================
Akal Pasti Sehat
• • Dibaca normal 1 menit TetesJangan sebut akal kita tidak sehat. Sebab akal pasti sehat. Yang tidak sehat bukan akal. Tidak ada akal sehat, yang ada akal, dan akal pasti sehat. Hati bisa sehat bisa tidak sehat. Akal pasti sehat. Hati bisa tertutup, tapi akal selalu terbuka. Hati bisa berpenyakit dan bisanya Allah punya kecenderungan untuk memperparah penyakit hati manusia, tapi akal kebal terhadap segala macam penyakit. Bagi Anda yang pernah mendapatkan ilmu dan ketenteraman dari Al-Qur`an, silakan perhatikan. Kitab itu menyebut hati dalam berbagai kemungkinan di antara sehat dengan sakit. Tapi akal disebut hanya dalam konteks kesehatan hidup.
https://www.caknun.com/2018/akal-pasti-sehat/
=================================================
Orang Sakit
• • Dibaca normal 1 menit TetesApakah kita adalah orang sakit yang hatinya tenteram karena tidak mengerti penyakitnya? Ataukah kita memilih berusaha tahu penyakit-penyakit kita, lantas kita upayakan proses penyembuhan, agar dalam jangka panjang kita capai ketenteraman?
https://www.caknun.com/2018/orang-sakit/
==================================================
Bangga Diri
• • Dibaca normal 1 menit TetesSetiap kebanggaan diri, setiap anggapan dan ilmu tentang kemampuan manusia–yang tidak seorang pun sanggup menghitung jumlah bulu ketiaknya ini–adalah faktor penghambat tauhid. Jika manusia memelihara hambatan-hambatan dalam dirinya menuju tauhid, maka ia gampang stres, penuaannya bersegera, mudah sakit, hatinya tak selesai, dan kecelé di senja kehidupannya.
https://www.caknun.com/2018/bangga-diri/
====================================================
Takut dan Berani
• • Dibaca normal 1 menit TetesKalau matahari terbit, jangan katakan, gila, berani amat itu matahari terbit. Atau kalau ia ditutupi mendung, jangan tuduh matahari penakut. Hidup ini kalau bisa kita jalani dengan berupaya membebaskan diri dari ketakutan atau keberanian. Takut itu pintu penyakit jiwa, juga berani. manusia lebih besar dari ketakutan dan keberanian. Manusia lebih hebat dari kegembiraan dan kesedihan. Segala kondisi hidup adalah warga kita, karena menurut mandat Allah kita adalah khalifah. Pengelola.
https://www.caknun.com/2018/takut-dan-berani/
====================================================
Kegembiraan Bertanggung Jawab
• • Dibaca normal 1 menit TetesInsyaallah kalau anakmu berwudlu, shalat, menolong orang lain, memilih kegiatan yang konstruktif, menghindarkan diri dari perusakan diri dan lingkungan, puasa dari narkoba dan molimo, atau apa pun, itu bukan karena taat kepada kita, bukan karena takut kepada polisi atau negara, melainkan karena sedang menjalankan kegembiraan bertanggung jawab kepada pencipta-Nya. Dan kelak kalau ia memimpin negara, dia akan tersiksa dan kehilangan kegembiraan kalau sekali kehilangan kepekaan untuk bertanggung jawab kepada isi hati rakyatnya. Karena dia tahu kalimat Tuhan tidaklah nun jauh di sana, melainkan di kandungan hati rakyat.
https://www.caknun.com/2018/kegembiraan-bertanggung-jawab/
====================================================
Keterbatasan
• • Dibaca normal 1 menit TetesSaya sangat gandrung dengan tema keterbatasan, dan tidak begitu berani omong tentang kemerdekaan. Saya sadar sangat memiliki keterbatasan, kekurangan dan kelemahan. Juga lingkungan sejarah yang saya jalani juga muatannya adalah keterbatasan-keterbatasan. Sehingga yang saya lakukan adalah bagaimana bekerja keras untuk mengolah batas-batas. Bagaimana dalam hidup yang serba terbatas ini saya tetap menciptakan kemungkinan untuk bermanfat.
https://www.caknun.com/2018/keterbatasan/
====================================================
Mengurus Dunia
• • Dibaca normal 1 menit TetesTasawuf tidak memperbolehkan manusia meninggalkan dunia. Tuhan menciptakan dunia tidak untuk ditinggal lari oleh manusia. Melainkan untuk diurus, ditaklukan, dan dijadikan fasilitas untuk berkembangnya kemanusiaan.
https://www.caknun.com/2018/mengurus-dunia/
======================================================================
LANJUTKAN...
BERSAMBUNG KE "TETES" BULAN MARET 2018
- Muhammad Ainun Nadjib
- Emha Ainun Nadjib
===================================
Posting by Suyadi Jossmart